Sebuah cerita fiksi yang ditulis oleh Bois, Cerita ini hanyalah sarana untuk mengilustrasikan makna di balik kehidupan semu yang begitu penuh misteri. Perlu anda ketahui, orang yang bijak itu adalah orang yang tidak akan menilai kandungan sebuah cerita sebelum ia tuntas membacanya.
Paragraf Awal Cerita
Branden terpaku melihat istrinya. Dilihatnya wanita itu tampak begitu cantik. Rambutnya yang sepinggang dibiarkannya tergerai. Gaun cokelat
yang dikenakannya pun tampak begitu serasi. Kini Wanita itu duduk di sebelah Branden seraya meletakkan koper besar yang dibawanya. Koper itu diletakkan di lantai teras, bersebelahan dengan
tempat duduknya.
yang dikenakannya pun tampak begitu serasi. Kini Wanita itu duduk di sebelah Branden seraya meletakkan koper besar yang dibawanya. Koper itu diletakkan di lantai teras, bersebelahan dengan
tempat duduknya.
"Kau cantik sekali, Sayang..." puji Branden seraya
mengecup kening istrinya dengan mesra.
mengecup kening istrinya dengan mesra.
"Terima kasih, Bran!" ucap Yana seraya
tersenyum.
tersenyum.
"O ya, pukul berapa bismu akan berangkat?"
tanya Branden.
tanya Branden.
"Pukul 10.30 WIB," jawab Yana.
Branden melirik arlojinya, dilihatnya jam baru menunjukkan pukul 9.00 WIB. "Ngomong-ngomong, kapan Nak Jodi akan menjemputmu?" tanyanya
kemudian.
"Sebentar lagi," jawab Yana singkat.
Branden melirik arlojinya, dilihatnya jam baru menunjukkan pukul 9.00 WIB. "Ngomong-ngomong, kapan Nak Jodi akan menjemputmu?" tanyanya
kemudian.
"Sebentar lagi," jawab Yana singkat.
Download Gratis [ Disini ]













